Pada umumnya karet berdasarkan asal & pembuatan terdiri dari 2 jenis, yaitu Karet Alam (Natural Rubber) dan Karet Buatan (Synthetic Rubber).
1. KARET ALAM
berasal dari lateks Hevea Brasiliensis yang mengandung protein dari tumbuhan dan merupakan salah satu komoditi perkebunan yang sangat penting peranannya dalam perekonomin Indonesia. Bahan baku karet alam sangat diperlukan
untuk proses pembuatan produk-produk industri hilir karena tidak dapat
tergantikan 100% oleh karet sintetis. Sesudah penemuan proses vulkanisasi yang
membuat karet alam menjadi tahan terhadap cuaca dan tidak larut dalam
minyak, maka karet alam mulai digemari sebagai bahan dasar dalam
pembuatan berbagai macam alat dan perlengkapan, misalnya : Sol sepatu, Ban Mobil, & Ban Sepeda motor.
Ada pun kelebihan-kelebihan yang dimiliki karet alam adalah sebagai berikut :
~ Memiliki daya Elastis atau daya lenting yang sempurna. ~ Memiliki Plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah.
~ Mempunyai daya Aus yang tinggi.
~ Tidak mudah panas (Low Heat Build up)
~ Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan (groove cracking resistance)
~ Dapat dibentuk dengan panas yang rendah.
~ Memiliki daya lengket yang tinggi terhadap berbagai bahan.
Keunggulan sifat-sifat karet alam ini memberikan keuntungan atau
kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya, baik dalam bentuk
karet atau kompon maupun dalam bentuk vulkanisat. Dalam bentuk bahan
mentah, karet alam sangat disukai karena mudah menggulung pada roll
sewaktu diproses dengan open mill/penggiling terbuka dan dapat mudah
bercampur dengan berbagai bahan-bahan yang diperlukan di dalam pembuatan
kompon.
Dalam bentuk kompon, karet alam sangat mudah dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai dalam pembuatan barang-barang yang perlu dilapis-lapiskan sebelum vulkanisasi dilakukan. Keunggulan daya lengket inilah yang menyebabkan karet alam sulit disaingi oleh karet sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam pembuatan sol karet yang sepatunya diproduksi dengan cara vulkanisasi langsung. Begitupun sifat kepegasan pantul dari vulkanisasi karet alam sangatlah baik, yang menyebabkan timbulnya kalor (heat build up) yang sangat rendah saat terpantul, merupakan sifat yang sangat diperlukan oleh barang jadi karet yang akan mengalami hentakan berulang-ulang. Sifat inilah yang sulit disaingi oleh karet sintetis, sehingga menyebabkan karet alam selalu dipakai dalam porsi yang tinggi dalam pembuatan ban kendaraan off the road dan ban pesawat terbang
Dalam bentuk kompon, karet alam sangat mudah dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai dalam pembuatan barang-barang yang perlu dilapis-lapiskan sebelum vulkanisasi dilakukan. Keunggulan daya lengket inilah yang menyebabkan karet alam sulit disaingi oleh karet sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam pembuatan sol karet yang sepatunya diproduksi dengan cara vulkanisasi langsung. Begitupun sifat kepegasan pantul dari vulkanisasi karet alam sangatlah baik, yang menyebabkan timbulnya kalor (heat build up) yang sangat rendah saat terpantul, merupakan sifat yang sangat diperlukan oleh barang jadi karet yang akan mengalami hentakan berulang-ulang. Sifat inilah yang sulit disaingi oleh karet sintetis, sehingga menyebabkan karet alam selalu dipakai dalam porsi yang tinggi dalam pembuatan ban kendaraan off the road dan ban pesawat terbang
Karet sintetis, atau polimer, merupakan jenis elastomer buatan
yg dihasilkan melalui di-sintesis dari produk sampingan minyak bumi.
Elastomer sendiri adalah bahan dengan materi properti yang
dapat mengalami proses de-formasi (pembentukan kembali) jauh lebih elastis di
bawah tekanan dari sebagian besar bahan, namun masih bisa kembali ke ukuran
sebelumnya tanpa de-formasi permanen.
Karet Sintetis ada yang dibuat berdasarkan kegunaan umum yaitu jenis SBR (Styrene Butadiene Rubber), BR (Butadiene Rubber) atau PR (Polybutadiene Rubber), IR (Isoprene Rubber). dan untuk kegunaan khusus seperti : yang memiliki ketahanan terhadap minyak, oksidasi, panas atau suhu tinggi, dan kedap gas. Diantaranya IIR (Isobutene Isoprene Rubber), NBR (Nytrite Butadine Rubber), CR (Chloroprene Rubber), dan EPR (Etylene Propylene Rubber).
Jenis Karet SINTETIS :~ SBR (Styrene Buthadiene Rubber)
~ CIIR/Butyl (Chloro Isobutylene Isoprene Rubber)
~ HNBR (Hydrogenated Nitrile Butadiene Rubber)
~ EPDM (Ethylene Propylene Diene Monomer)
~ CR/Neoprene (Chlorophrene Rubber)
~ CSM/Hypalon (Chlorosulphonated Polyethylene)
~ FKM/Viton (Fluoronated Hydrocarbon)
~ SILICONE
~ Polyurethane, dan lain-lain
| Setiap jenis karet diatas mempunyai sifat yang kadang tidak ditemukan pada jenis karet yang lain, masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada jenis karet yang paling baik, semua tergantung penggunaannya. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar