Kamis, 11 September 2014

JENIS KARET

Pada umumnya karet berdasarkan  asal & pembuatan  terdiri dari 2 jenis, yaitu Karet Alam (Natural Rubber)  dan Karet Buatan (Synthetic Rubber).

1. KARET ALAM  
berasal dari lateks Hevea Brasiliensis  yang mengandung protein dari tumbuhan  dan merupakan salah satu komoditi perkebunan yang sangat penting peranannya dalam perekonomin Indonesia. Bahan baku karet alam sangat diperlukan untuk proses pembuatan produk-produk industri hilir karena tidak dapat tergantikan 100%  oleh  karet sintetis. Sesudah  penemuan proses vulkanisasi  yang membuat  karet alam  menjadi  tahan terhadap cuaca  dan  tidak larut  dalam minyak,  maka  karet  alam  mulai digemari  sebagai bahan dasar  dalam  pembuatan  berbagai macam alat  dan  perlengkapan, misalnya : Sol sepatu, Ban Mobil, & Ban Sepeda motor.
Ada pun  kelebihan-kelebihan  yang  dimiliki  karet alam  adalah sebagai berikut : 
~ Memiliki daya Elastis atau daya lenting yang sempurna. 
~ Memiliki Plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah. 
~ Mempunyai daya Aus yang tinggi. 
~ Tidak mudah panas (Low Heat Build up) 
~ Memiliki daya tahan  yang tinggi  terhadap keretakkan (groove cracking resistance) 
~ Dapat dibentuk dengan  panas yang rendah. 
~ Memiliki daya lengket  yang tinggi  terhadap  berbagai bahan.

Keunggulan sifat-sifat karet alam ini memberikan keuntungan atau kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya, baik dalam bentuk karet atau kompon maupun dalam bentuk vulkanisat. Dalam bentuk bahan mentah, karet alam sangat disukai karena mudah menggulung pada roll sewaktu diproses dengan open mill/penggiling terbuka dan dapat mudah bercampur dengan berbagai bahan-bahan yang diperlukan di dalam pembuatan kompon. 
Dalam bentuk kompon, karet alam sangat mudah dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai dalam pembuatan barang-barang yang perlu dilapis-lapiskan sebelum vulkanisasi dilakukan. Keunggulan daya lengket inilah yang menyebabkan karet alam sulit disaingi oleh karet sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam pembuatan sol karet yang sepatunya diproduksi dengan cara vulkanisasi langsung. Begitupun sifat kepegasan pantul dari vulkanisasi karet alam sangatlah baik,  yang menyebabkan timbulnya kalor (heat build up) yang sangat rendah saat terpantul, merupakan sifat yang sangat diperlukan oleh barang jadi karet yang akan mengalami hentakan berulang-ulang. Sifat inilah yang sulit disaingi oleh karet sintetis, sehingga menyebabkan karet alam selalu dipakai dalam porsi yang tinggi dalam pembuatan ban kendaraan off the road  dan  ban pesawat terbang


2. KARET SINTETIS  
Karet sintetis, atau polimer, merupakan jenis elastomer buatan yg dihasilkan melalui di-sintesis dari produk sampingan minyak bumi. Elastomer sendiri adalah bahan dengan materi properti yang dapat mengalami proses de-formasi (pembentukan kembali) jauh lebih elastis di bawah tekanan dari sebagian besar bahan, namun  masih bisa kembali ke ukuran sebelumnya  tanpa de-formasi permanen.
Karet Sintetis ada yang dibuat berdasarkan kegunaan umum yaitu jenis  SBR (Styrene Butadiene Rubber), BR (Butadiene Rubber) atau PR (Polybutadiene Rubber), IR (Isoprene Rubber).  dan untuk kegunaan khusus  seperti : yang memiliki ketahanan terhadap minyak, oksidasi, panas atau suhu tinggi, dan kedap gas. Diantaranya IIR (Isobutene Isoprene Rubber), NBR (Nytrite Butadine Rubber), CR (Chloroprene Rubber), dan EPR (Etylene Propylene Rubber).
Jenis Karet SINTETIS :
SBR                  (Styrene Buthadiene Rubber)
~ CIIR/Butyl      (Chloro Isobutylene Isoprene Rubber)
~ HNBR               (Hydrogenated Nitrile Butadiene Rubber)
~ EPDM                   (Ethylene Propylene Diene Monomer)
~ CR/Neoprene  (Chlorophrene Rubber)
~ CSM/Hypalon  (Chlorosulphonated Polyethylene)
~ FKM/Viton       (Fluoronated Hydrocarbon)
~ SILICONE
~ Polyurethane, dan lain-lain

Setiap jenis karet diatas mempunyai sifat  yang kadang tidak ditemukan pada jenis karet yang lain, masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan,  sehingga dapat dikatakan bahwa  tidak ada jenis karet yang paling baik, semua tergantung penggunaannya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar